Tentang kematian
Di hari pernikahan kita, kita bersumpah hanya maut yang akan memisahkan kita. Dan, aku bangga kita menjalankan sumpah itu. Telah lebih dari 21 thn kita menjadi satu hampir dalam segala hal. Kita menggabungkan 2 tenaga kita untuk membangun keluarga seutuhnya; 4 orang anak dan kekayaan materi dan jasmani lainnya.
Hari ini kau pergi dari hidup kami. Hari ini juga kami akan selalu berjalan pincang. Kami berjanji, kami akan berjuang setengah hati untuk berjalan pincang namun mantap dan pasti. Kami berjanji untuk terus hidup demi kau. Kami berjanji untuk tetap menjalankan obsesimu yang tidakkenal umur. Dan berjanjilah pada kami bahwa kau akan tetap hidup di dalam kami. Bahwa kau akan tetap terus menerangkan jalan yg berliku yg akan kami telusuri dengan kaki pincang kami.
Hari ini juga aku akan belajar untuk menjadi satu kembali dalam segala hal. Menjadi satu orangtua yang utuh. Menjalankan hidup dengan fasilitas yang telah kau siapkan untuk kami. Mungkin ini alasannya, kenapa kau bekerja sedemikian keras seperti orang kerusupan. Aku belum sempat mengucapkan terima kasih. Hari ini kami menjalankan sebuah upacara penghormatan bagimu. Semoga kau cepat beradaptasi dan membiasakan dirimu berjalan pincang di alam itu.
Kita tidak akan terpisah selamanya. Kita hanya menjalani dua kehidupan yang berbeda. Hingga suatu hari nanti, kita akan menjadi satu kembali. Kita akan bersama-sama kembali belajar untuk menjadi satu. Dan, apabila sudah waktunya kita dijodohkan kembali,kita akan bertukar cerita pahit manisnya perbedaan kehidupan kita di dunia yg berbeda. Kita tidak akan berhenti bertukar amarah dan tangisan, baik duka maupun bahagia. Dan kita tidak akan perlu bersumpah lagi untuk bersatu hingga maut memisahkan. Karena, hanya saat itu aku akan percaya kita di takdirkan untuk bersama selamanya.
Hari ini kau pergi dari hidup kami. Hari ini juga kami akan selalu berjalan pincang. Kami berjanji, kami akan berjuang setengah hati untuk berjalan pincang namun mantap dan pasti. Kami berjanji untuk terus hidup demi kau. Kami berjanji untuk tetap menjalankan obsesimu yang tidakkenal umur. Dan berjanjilah pada kami bahwa kau akan tetap hidup di dalam kami. Bahwa kau akan tetap terus menerangkan jalan yg berliku yg akan kami telusuri dengan kaki pincang kami.
Hari ini juga aku akan belajar untuk menjadi satu kembali dalam segala hal. Menjadi satu orangtua yang utuh. Menjalankan hidup dengan fasilitas yang telah kau siapkan untuk kami. Mungkin ini alasannya, kenapa kau bekerja sedemikian keras seperti orang kerusupan. Aku belum sempat mengucapkan terima kasih. Hari ini kami menjalankan sebuah upacara penghormatan bagimu. Semoga kau cepat beradaptasi dan membiasakan dirimu berjalan pincang di alam itu.
Kita tidak akan terpisah selamanya. Kita hanya menjalani dua kehidupan yang berbeda. Hingga suatu hari nanti, kita akan menjadi satu kembali. Kita akan bersama-sama kembali belajar untuk menjadi satu. Dan, apabila sudah waktunya kita dijodohkan kembali,kita akan bertukar cerita pahit manisnya perbedaan kehidupan kita di dunia yg berbeda. Kita tidak akan berhenti bertukar amarah dan tangisan, baik duka maupun bahagia. Dan kita tidak akan perlu bersumpah lagi untuk bersatu hingga maut memisahkan. Karena, hanya saat itu aku akan percaya kita di takdirkan untuk bersama selamanya.

1 Comments:
Love it so much. I think yiu're indeed a good writer. :)
Post a Comment
<< Home