untuknya.
untuknya,
sosok yg begitu kuat berdiri, walau dia sendiri tak yakin akan kemampuannya untuk bertahan dengan sebegitu tegarnya.tak pernah yakin akan kehebatannya untuk bisa menjaga dan membesarkan kami. membentuk dan terus mengingatkan kami untuk menjadi seseorang. bukan hanya orang biasa yg menyerah pada nasib. tetapi seseorang yg berani menyuarakan pendapatnya. seseorang yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri. yang tidak takut meraih mimpi. dan tidak takut akan masa depan.
untuknya,
insan yang selalu mengajarkan kami untuk tidak cengeng dan tidak mempunyai kepribadian banci. untuk tidak mengeluh. tetapi belajar mensyukuri. benar2 mensyukuri apapun yang kita punya. selalu mengingatkan kami antara kebutuhan dan keinginan. katanya ketamakan adalah neraka terdalam hidup. mengingatkan kami untuk terjurumus ke dalam kenistaan unik surgawi.
untuknya,
yang selalu mengingatkan kami untuk tidak pernah menyerah. untuk membedakan antara reasons dan excuses. excuses menghentikan setiap langkah kita dan hidup terlau panjang untuk terjerumus di satu lubang. dan ketika kamu terperosok ke lubang itu, bangun dan mulai lah perjalanan panjang itu lag, pesannya. tidak usa beriri hati karena rumput tetangga pasti akan selalu kelihatan lebi hijau. but we never really know what is behind the closed door.
untuknya,
yang tidak henti2nya mengingatkan kami untuk selalu bersabar. emosi itu penjara seumur hidup manusia. mengasingkan kita dari kehidupan. menjerumuskan kita dalam jeruji jeruji hidup. emosi tidak hanya membunuh kita sndiri tetapi juga orang2 di samping kita, katanya. jangan terkalahkan oleh emosi yang notabene hanya perasaan sesat sesaat. dan akhirnya kita akan menyesal kalau emosi mengendalikan kehidupan kita. saat kita telah menyadarinya, semua itu sudah terlambat. dan penyesalan pun tak akan berguna. di mata kita. tmen ataupun masyarakat.
untuknya.
yang selalu mengingatkan kami untuk selalu sopan. bukan hanya kepada orang yang lebih tua, bahkan kepada orang yang usianya jauh lebi muda dari kita. untuk selalu sopan kepada diri sendiri dengan cara tidak melewati garis garis prinsip yg menjadi landasan hidup kita.yang selau mengingatkan kami untuk selalu menghargai diri sndiri kalo kita maw di hargai orang laen.
untuknya,
yang selalu selalu berkorban. selalu menghadiahkan kami apapun yang kami mau dan selalu bergaya hidup sangat sangat sangat sederhana untuk pribadinya.yang selalu sabar menanti. yang tidak pernah mengeluh ketika kami lupa menelpon untuk sekedar menanyakan kabar. dan selalu mengutamakan kita dibandingakn dirinya sendiri. yang selalu tersenyum ketika kami pulang. dia yang selalu marah ketika kami lupa makan. dia yang selalu marah ketika kami jatuh sakit dan tidak mengabarkannya.dia yang kadan g harus berbohong hanya untuk melihat senyuman on our face.
untuknya,
yang telah banyak mengajarkanku tentang unconditional love. bahwa cinta itu tidak egois. tidak meminta balasan.cinta itu selalu memberi. tidak pernah menuntut. dan telah menjadi contoh terbaik untuk hidupku. yang selalu mengarahkan kami. tidak memaksakan kehendaknya. selalu mengingatkan kami akan utang budi. dan aku yakin akan dengan sekuat tenaga menopang kami seberat apapun kami ketika kami jatuh dan luka. dia yang pasti akan menopang dunia apabila dunia ini runtuh. hanya untuk kami. bukan siapapun.
untuknya
seseorang yg tidak sempurna. tetapi selalu berusaha untuk menjadi lebih sempurna di mata kami. sering kami mengingatkannya untuk berhenti mencoba. karena dia adalah seorang sosok yang (bahkan) sangat sempurna. semua ketidaksempurnaan yang dia miliki itu telah membentuk dia menjadi sempurna. dan berkat kesempurnaannya dia telah membuatku lebi berarti. membuat hidupku lebih sempurna.
untuknya,
dia yang aku tahu tidak akan pernah membaca ini. tetapi tidak mengurungkan niat untukku menyampai kan kata2 ini. tidak diperlukan special moment seperti mother's day ataupun hari ultahnya untukku mengatakan i love you. i really do.
sosok yg begitu kuat berdiri, walau dia sendiri tak yakin akan kemampuannya untuk bertahan dengan sebegitu tegarnya.tak pernah yakin akan kehebatannya untuk bisa menjaga dan membesarkan kami. membentuk dan terus mengingatkan kami untuk menjadi seseorang. bukan hanya orang biasa yg menyerah pada nasib. tetapi seseorang yg berani menyuarakan pendapatnya. seseorang yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri. yang tidak takut meraih mimpi. dan tidak takut akan masa depan.
untuknya,
insan yang selalu mengajarkan kami untuk tidak cengeng dan tidak mempunyai kepribadian banci. untuk tidak mengeluh. tetapi belajar mensyukuri. benar2 mensyukuri apapun yang kita punya. selalu mengingatkan kami antara kebutuhan dan keinginan. katanya ketamakan adalah neraka terdalam hidup. mengingatkan kami untuk terjurumus ke dalam kenistaan unik surgawi.
untuknya,
yang selalu mengingatkan kami untuk tidak pernah menyerah. untuk membedakan antara reasons dan excuses. excuses menghentikan setiap langkah kita dan hidup terlau panjang untuk terjerumus di satu lubang. dan ketika kamu terperosok ke lubang itu, bangun dan mulai lah perjalanan panjang itu lag, pesannya. tidak usa beriri hati karena rumput tetangga pasti akan selalu kelihatan lebi hijau. but we never really know what is behind the closed door.
untuknya,
yang tidak henti2nya mengingatkan kami untuk selalu bersabar. emosi itu penjara seumur hidup manusia. mengasingkan kita dari kehidupan. menjerumuskan kita dalam jeruji jeruji hidup. emosi tidak hanya membunuh kita sndiri tetapi juga orang2 di samping kita, katanya. jangan terkalahkan oleh emosi yang notabene hanya perasaan sesat sesaat. dan akhirnya kita akan menyesal kalau emosi mengendalikan kehidupan kita. saat kita telah menyadarinya, semua itu sudah terlambat. dan penyesalan pun tak akan berguna. di mata kita. tmen ataupun masyarakat.
untuknya.
yang selalu mengingatkan kami untuk selalu sopan. bukan hanya kepada orang yang lebih tua, bahkan kepada orang yang usianya jauh lebi muda dari kita. untuk selalu sopan kepada diri sendiri dengan cara tidak melewati garis garis prinsip yg menjadi landasan hidup kita.yang selau mengingatkan kami untuk selalu menghargai diri sndiri kalo kita maw di hargai orang laen.
untuknya,
yang selalu selalu berkorban. selalu menghadiahkan kami apapun yang kami mau dan selalu bergaya hidup sangat sangat sangat sederhana untuk pribadinya.yang selalu sabar menanti. yang tidak pernah mengeluh ketika kami lupa menelpon untuk sekedar menanyakan kabar. dan selalu mengutamakan kita dibandingakn dirinya sendiri. yang selalu tersenyum ketika kami pulang. dia yang selalu marah ketika kami lupa makan. dia yang selalu marah ketika kami jatuh sakit dan tidak mengabarkannya.dia yang kadan g harus berbohong hanya untuk melihat senyuman on our face.
untuknya,
yang telah banyak mengajarkanku tentang unconditional love. bahwa cinta itu tidak egois. tidak meminta balasan.cinta itu selalu memberi. tidak pernah menuntut. dan telah menjadi contoh terbaik untuk hidupku. yang selalu mengarahkan kami. tidak memaksakan kehendaknya. selalu mengingatkan kami akan utang budi. dan aku yakin akan dengan sekuat tenaga menopang kami seberat apapun kami ketika kami jatuh dan luka. dia yang pasti akan menopang dunia apabila dunia ini runtuh. hanya untuk kami. bukan siapapun.
untuknya
seseorang yg tidak sempurna. tetapi selalu berusaha untuk menjadi lebih sempurna di mata kami. sering kami mengingatkannya untuk berhenti mencoba. karena dia adalah seorang sosok yang (bahkan) sangat sempurna. semua ketidaksempurnaan yang dia miliki itu telah membentuk dia menjadi sempurna. dan berkat kesempurnaannya dia telah membuatku lebi berarti. membuat hidupku lebih sempurna.
untuknya,
dia yang aku tahu tidak akan pernah membaca ini. tetapi tidak mengurungkan niat untukku menyampai kan kata2 ini. tidak diperlukan special moment seperti mother's day ataupun hari ultahnya untukku mengatakan i love you. i really do.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home