cuaca hati?
'Bagaimana cuacamu?'
'Aku biru.'
'Aku kelabu.'
Keangkuhan memecah jalan kami, kendati cuaca menalikannya. Kebisuan menjebak kami dalam permainan dugaan, lingkaran tebak-menebak, agar yang tersirat tetap tak tersurat.
'Bagaimana cuacamu?'
'Aku cerah, sama sekali tidak berawan. Kamu?'
'Bersih dan tenang. Tak ada awan.'
Batinku meringis karena berbohong. Batinnya tergugu karena telah dibohongi. Namun kesatuan diri kami telah memutuskan demikian: menampilkan cerah yang tak sejati karena mendung tak pantas jadi pajangan.Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan kejujuran yang bersinar. Entah menghangatkan atau menghanguskan.
"Cuaca" Filosofi Kopi-Dee.
'Aku biru.'
'Aku kelabu.'
Keangkuhan memecah jalan kami, kendati cuaca menalikannya. Kebisuan menjebak kami dalam permainan dugaan, lingkaran tebak-menebak, agar yang tersirat tetap tak tersurat.
'Bagaimana cuacamu?'
'Aku cerah, sama sekali tidak berawan. Kamu?'
'Bersih dan tenang. Tak ada awan.'
Batinku meringis karena berbohong. Batinnya tergugu karena telah dibohongi. Namun kesatuan diri kami telah memutuskan demikian: menampilkan cerah yang tak sejati karena mendung tak pantas jadi pajangan.Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan kejujuran yang bersinar. Entah menghangatkan atau menghanguskan.
"Cuaca" Filosofi Kopi-Dee.

1 Comments:
omigod nek..lo makin puitis aje...oh nooooooooooooooooooooooo wat happen to my zara??hehehehe inikah kerjaan ka tiap ari??eh nekk kenapa ga ambil sastra aje lo???btw yah nekk..gw bingung baca tulisan2 lo...mesti baca 2 kali baru ngerti dalem banget artinyeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee...hohoho
well, sory baru baca skarang hehehehe maapkan kesibukan ku hohohohoho...
Post a Comment
<< Home